Jumat, 28 Desember 2012

contoh kerangka karangan

Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1.1. Pengertian Media Sosial 1.2. Klasifikasi Media Sosial 1.2.1. Proyek Kolaborasi 1.2.2. Blog dan Microblog 1.2.3. Konten 1.2.4. Situs Jejaring Sosial 1.2.5. Virtual Game World 1.2.6. Virtual Social World 1.3. Ciri-ciri Media Sosial 2. Perkembangan Media Sosial 2.1. Di Dunia 2.2. Di Indonesia 3. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3.1. Di pulau Sumatera 3.2. Di pulau Jawa 3.3. Di pulau Papua 4. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.1. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4.2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Contoh ke 2. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan • Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia 1. Banjir di China. 2. Banjir di Taiwan. B. Banjir di Eropa 1. Banjir di Belanda. 2. Banjir di Inggris. II. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. A. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di DKI Jakarta. 2. Banjir di Pacitan. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1. Banjir di Papua Barat. 2. Banjir di Padang. 2. Urutan waktu. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. I. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia B. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MASYARAKAT INDUSTRI A. Masyarakat Industri Modern B. Masyarakat Industri Canggih 3. Urutan topik yang ada. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A. Mencegah Erosi B. Mengurangi Polusi 1. Polusi Udara 2. Polusi Suara C. Sebagai Hutan Lindung II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Hutan Tanaman Industri B. Hutan untuk Rekreasi C. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. • Logis Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Untuk susunan logis, dibagi berdasarkan : 1. Klimaks-Anti klimaks. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. Terdiri dari dua : 1. Urutan klimaks = yang penting di akhir. 2. Urutan antiklimaks = yang penting di awal. Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. MUSIM PENGHUJAN MULAI II.PENGGUNDULAN HUTAN III. EROSI DI MANA-MANA IV. PENDANGKALAN SUNGAI V. MUSIBAH BANJIR VI. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. Umum-Khusus. a. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya. b. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat I. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3. Sebab-Akibat. a. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab, diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global. b. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat, diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Proses. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. Sistem Campuran Huruf dan Angka. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Angka Arab besar a. Huruf Romawi Kecil i. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C. Studi Kasus di Lampung 1. Pengukuran Fertilitas 2. Penyebab Perbedaan fertilitas a. Retaknya Perkawinan b. Abstinensi Setelah Melahirkan c. Perbedaan Fekunditas III. Kesimpulan 2. Sistem Angka Arab (dengan digit). 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 2. 2.1 2.1.1 dst. Contoh 1. Pendahuluan 2. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.1. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2.3. Studi Kasus di Lampung 2.3.1. Pengukuran Fertilitas 2.3.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2.3.2.1. Retaknya Perkawinan 2.3.2.2. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.3.2.3. Perbedaan Fekunditas 3. Kesimpulan Sumber : • http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.doc • http://penulissukses.com/penulis38.php • http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.ppt. About these ads Rate this: 4 Votes Like this: Like Be the first to like this. 3.kerangka Contoh Kerangka Karangan Tema : Air Judul : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Manfaat 1.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2.1 Dehidrasi 2.2 Hilangnya Konsentrasi 2.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. 3.2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. 3.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. 3.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. 3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. 3.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih. 4.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. 4.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai, Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. 4.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian, atau 4.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda. Bila Anda Sedang Diet, Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. (sumber : http://tirtayasa.blogspot.com) You might also like: • Tugas Kelompok Koperasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar